Parigi Moutong, seruanrakyat.online–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong (Parimo) Husein Mardjengi, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segerah relokasi pembangunan rumah sakit baru.
Hal itu, ia ungkapkan saat rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di ruang aspirasi bersama OPD terkait, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, RUSD Anuntaloko merupakan salah satu rumah sakit dengan pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar sekitar Rp 90 miliar per tahun.
Menurutnya, dengan sumber pendapatan yang begitu besar. Seharusnya, Pemda Parimo segara mencarikan solusi untuk melakukan relokasi lahan.
Mengingat, rumah yang ada saat ini tidak layak untuk ditempati, apabila dibiarkan secara terus menerus, akan berdampak pada pelayanan dasar kesehatan dan kenyamanan pasien.
“RSUD Anuntaloko saat ini, dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Mulai dari pelayanan kesehatan hingga minimnya daya tampung pasien masih sering terjadi,”ujarnya.
Ia menuturkan, banyak ruangan di rumah sakit tidak sesuai standar pelayanan kesehatan, kerena kondisi ruangan yang pengap menjadi salah satu faktor utama kenyamanan pasien.
Ia menilai, keberadaan rumah sakit swasta di Parimo jauh lebih baik dari pada rumah sakit daerah, karena sistem manajemennya ditata sesuai standar pelayanan kesehatan.
“Kalau mau dibandingkan, rumah sakit swasta kemampuan keuangannya dibawah pemerintah daerah, tetapi pelayanan kesehatannya jauh lebih baik,” bebernya.
Ia menegaskan, RSUD Anuntaloko Parigi yang kini menyandang status BLUD, mendapat kelonggaran terkait manajemen pengelolaan anggaran pendapatannya secara mandiri.
Harusnya, kata ia, Pemda Parimo mencari lahan baru agar dilakukan pembangunan rumah sakit, langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Ia menambahkan, apabila APBD tidak mampu menopang pembangunan rumah sakit, pemerintah daerah harus mencari pinjaman dari bank dunia.
“Pembangunan pasar sentral parigi itu bisa menggunakan pinjaman bank dunia, kok, rumah sakit tidak bisa dengan sumber PAD itu sudah puluhan miliar,” pungkasnya.












