Dua SD di Parigi Tengah yang  Menggunakan Kelas Darurat Mulai Dibangun

Proses pembangunan SD Inpres Binangga di Desa Matolele, sumber foto: SR/Akbar
Seruan Rakyat

Seruanrakyat.online, Parigi Moutong– Pasca gempa bumi 2018 silam, dua Sekolah Dasar SD) di Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong, yang masih menggunakan kelas darurat telah mendapat bantuan pembangunan gedung baru oleh Balai PUPR Provinsi Sulawesi Tengah.


Hal itu diungkapkan Guru SD Inpres Binangga, Yuyun Indah Sari  saat ditemui media ini, Rabu 16 Agustus 2023.

Ia menjelaskan, dengan adanya bantuan itu pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang telah membantu dan memperhatikan sekolah tersebut.

“Kami senang dan puas, walaupun  bantuan sekolah SD Inpres Binangga prosesnya sangat lama, tetapi di tahun ini sudah terealisasi,” ungkapnya.

Ia menuturkan,  untuk saat ini terdapat dua bangunan yang di pinjam pakai pihak sekolah dalam melakukan proses belajar mengajar. Yaitu, bangunan TPA dan Polindes.

“Karena sekolah kami masih dalam proses pembangunan, sehingga kami meminjam dua bangunan itu untuk tetap melakukan proses belajar mengajar,” sebutnya 

Selain bantuan sekolah, pihaknya berharap adanya dukungan bantu mobiler dari dinas terkait.

Sementara itu harapan yang sama juga di sebutkan Kepala Sekolah SD Negeri Petapa, Erni SPd, dengan adanya pembangunan sekolah baru, dari dinas pendidikan dapat memberikan bantuan mobiler untuk menunjang proses belajar mengajar

Baca juga berita sebelumnya: https://seruanrakyat.online/dua-sd-di-kecamatan-parigi-tengah-masih-pakai-kelas-darurat/06/06/2023/

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Ibrahim, saat ditemui sejumlah awak media, Kamis 24 Agustus 2023, menjelaskan, dua sekolah yang mendapat bantuan tersebut, yakni SD Negeri Petapa dan SD Inpres Binangga.

“Adapun bantuan sekolah yang di berikan kepada Pemda Parigi Moutong, itu melalui Balai PUPR Provinsi Sulawesi Tengah yang dilakukan proses lelang, dan kita sebagai penerima manfaat,” ujarnya

Kata ia, bantuan yang diberikan semuanya melalui data yang diusulkan Dinas Pendidikan pasca gempa bumi 2018 silam, dan baru di realisasi pembangunannya di 2023.

“Pembangunan dua sekolah dasar ini dilengkapi mulai dari rumah dinas guru, ruang kelas belajar, kantor, pembangunan pagar sekolah dan lainya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pengadaan mobiler, menurutnya, tidak di fasilitasi oleh Balai.

“Namun kami dari Dinas Pendidikan tidak menutup mata terkait hal itu, mungkin kami akan mencoba usulkan melalui APBD, tetapi “kami belum bisa berjanji” kapan di harus di usulkan,” bebernya.

Ia menambahkan, pengadaan mobiler harus disesuaikan dengan jumlah murid dan kebutuhan sekolah.

“Misalnya jumlah mobiler yang layak dipakai dan tidak layak di pakai ada berapa, karena dari ratusan mobiler  tidak mungkin semuanya rusak, makanya harus berdasarkan data, sehingga mobiler yang ada di dua sekolah tersebut kiranya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, karena masih banyak sekolah yang harus di bantu,” pungkasnya.

Baca juga berita sebelumnya: https://seruanrakyat.online/dua-sd-masih-gunakan-kelas-darurat-disdikbud-parimo-belum-pastikan-akan-dibangun-tahun-ini/14/06/2023/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *