Empat Siswa Indonesia Berprestasi di Olimpiade Biologi Internasional 2023

Sumber foto: Kemdikbud
Seruan Rakyat

Seruanrakyat.online, NASIONAL – Sebanyak empat siswa dari Indonesia berhasil meraih dua medali perak dan dua medali perunggu di ajang Olimpiade Biologi Internasional atau International Biology Olympiad (IBO) ke-34, di Al Ain, Uni Emirat Arab.

Melansir laman resmi kemdikbud.go.id dikatakan, dua medali perak diraih oleh Calvin Shevchenko dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, dan Nicholas Sidik, siswa SMA Methodist 2 Medan.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, dua medali perunggu diraih oleh Nakeisha Jovita Purnomo dari SMAK Penabur Gading Serpong dan Mariel Chrysantha Tampubolon, siswa SMAN 2 Kota Tangerang Selatan.

Kata ia, sebagai bentuk apresiasi pemerintah, Kemendikbudristek telah memiliki Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT).

Sistem tersebut berisikan informasi tentang siswa berprestasi dan dapat dijadikan referensi untuk dapat mengikuti seleksi Beasiswa Indonesia Maju (BIM) atas prestasi yang telah diraih.

Masih dari sumber yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek, Hendarman, mengapresiasi para siswa peraih medali dalam IBO.

“Satu diantara mereka, yaitu Mariel Chrysantha Tampubolon akan berangkat ke University of California San Diego, Amerika Serikat, pada September tahun ini. Ini merupakan bukti bahwa Kemendikbudristek merekrut siswa berprestasi untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui BIM,” ungkapnya.

Adapun, Mariel Chrysantha Tampubolon, siswi SMAN 2 Kota Tangerang Selatan, menceritakan proses persiapan yang dilakukannya sebelum berangkat ke Al Ain, Uni Emirat Arab.

“Saya belajar banyak dari membaca buku, latihan soal, dan membiasakan diri memiliki rasa ingin tahu yang besar. Selain itu, saya juga belajar dari tim pembina yang disiapkan oleh Kemendikbudristek hingga bisa mengikuti IBO dan mendapatkan medali perunggu. Terus belajar, semangat untuk membaca buku dan tetap latihan mengerjakan soal-soal dari buku maupun yang ada di laman IBO,” imbuhnya.

Senada itu, Nicholas Sidik, siswa peraih medali perak dalam IBO mengungkapkan, mengikuti IBO menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan.  

“Bisa mengikuti IBO itu sangat menyenangkan. Teman-teman di sana sangat beragam dan menyenangkan, semuanya seru. Biologi itu seru dan menyenangkan. Walaupun terkadang harus menghafal, namun ketika kita mengerti dan menguasai konsepnya maka semua akan menjadi mudah,” ujarnya.

Untuk diketahui, IBO merupakan kompetisi bergengsi tahunan bagi siswa SMA yang berbakat dalam bidang biologi.

Tahun ini, IBO diselenggarakan secara luring pada 3-11 Juli 2023 dan diikuti oleh 300 siswa dari 89 negara. Jumlah tersebut menjadi sejarah peserta terbanyak sepanjang pelaksanaan IBO.

Saat mengikuti IBO, para siswa menjalani tes praktikum dan tes teori dengan komposisi penilaian 50:50.

Tes praktikum terdiri dari empat topik yaitu molekuler biologi tumbuhan, bioinformatika, ekologi-etologi, dan biokimia. Setiap siswa diberikan waktu selama 90 menit untuk melakukan eksperimen berdasarkan soal dari panitia.

Sedangkan pada tes teori, peserta diberikan waktu selama 3 sampai 3,5 jam untuk menganalisis dan memecahkan masalah dari berbagai aspek biologi mulai dari pemahaman konsep, pengetahuan praktis dan analitik, serta penerapan aplikasi biologi.

Masih dari sumber yang sama, salah satu pendamping yang juga berperan sebagai juri internasional, Ahmad Faizal menjelaskan, pelaksanaan IBO tahun ini berjalan lancar dan para siswa Indonesia sudah berusaha memberikan yang terbaik.

“Secara performa, siswa Indonesia di atas rata-rata dari peserta negara lain, walaupun pada kenyataanya belum termasuk dalam sepuluh persen terbaik yang berhak mendapatkan medali emas,” jelasnya.

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2023/07/empat-siswa-indonesia-torehkan-prestasi-di-ajang-olimpiade-biologi-internasional-2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *