Kementan Mendorong Usaha Agribisnis Modern Untuk Pembangunan Pertanian

Sumber foto:pertanian.go.id
Seruan Rakyat

Seruanrakyat.online, NASIONAL– Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong integrasi yang menyeluruh dari budidaya sampai pemasaran serta dukungan dari sektor di luar pertanian.

“Integrasi ini dimungkinkan terwujud dalam agribisnis modern,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, di Bogor, Selasa (22/11).

Bacaan Lainnya

Diakuinya, untuk memajukan pertanian khususnya meningkatkan kesejahteraan petani, peningkatan produksi dan produktivitas di subsektor budidaya saja tidak cukup.

Oleh karenanya, Kementan mendorong integrasi agribisnis untuk keberlangsungan pembangunan pertanian di Indonesia melalui beberapa program unggulan.

Beberapa program yang mendukung transformasi ini antara lain pendirian food estate yang mendorong korporasi petani, fasilitasi alsintan, bantuan akses permodalan, serta berbagai pelatihan bidang pertanian dan manajemen usaha.

Masih dari sumber yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan, wirausaha pertanian memegang peranan sangat penting dalam menjamin keberlangsungan pembangunan pertanian.

Menurutnya, penumbuhan wirausaha perlu terus didorong, terlebih bila dikaitkan dengan rasio kewirausahaan Indonesia yang pada 2022 baru mencapai 3,47 persen.

“Saya mengajak seluruh petani Indonesia, poktan, gapoktan, KWT, P45, petani milenial, dan petani andalan agar semua berbisnis pertanian alias kita harus bangun agribisnis, Jadi, wirausaha pertanian itu yang sesungguhnya akan menjamin kebersinambungan pertanian kita,” kata Dedi, saat soft opening Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume IV 2022, Jakarta, Selasa (22/11).

Dedi menjelaskan, saat ini Kementan sedang melakukan transformasi dari pertanian yang hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, keluarga, dan tetangga, menjadi tempat menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Selain itu kata ia, Kementan juga sedang melakukan transformasi dari pertanian konvensional ke pertanian modern.

Dengan alsintan yang menjadi ciri khas pertanian modern, proses pertanian bisa dilakukan dengan cepat, efisien, dan mampu meningkatkan produksi

“Waktu jumlah penduduk Indonesia kurang dari 100 juta jiwa, cara konvensional masih aman. Sekarang, penduduk Indonesia sudah 273 juta jiwa. Kalau masih menggunakan cara konvensional, produksi pertanian kita tidak mungkin mencukupi pangan 273 juta jiwa tersebut,” ungkapnya.

https://www.antaranews.com/berita/3260053/kementan-dorong-integrasi-agribisnis-untuk-pembangunan-pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *