Komisi III DRP RI, Gelar Dialog Kebangsaan di Mako Polres Parigi Moutong

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Sarifuddin Sudding menggelar dialog kebangsaan di Mako Polres Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (31/07). Sumber foto: The opini. Id/Opiee
Seruan Rakyat

Seruanrakyat.online, Parigi Moutong– Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Sarifuddin Sudding menggelar dialog kebangsaan di Mako Polres Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam dialog tersebut, dalam rangka untuk menjaring aspirasi warga yang merupakan daerah pemilihan, dan di hadiri Kapolres Parigi Moutong, Kepala Kejaksaan Negeri, Forum Komunikasi Kecamatan (Frorkompimcam) dan sejumlah aparat desa, Senin (31/07).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sarifudin, menjelaskan, kunjungan kali ini merupakan masa reses sebagai anggota DPR RI.

“Tentunya saya berterimakasih kepada warga Sulawesi Tengah yang telah memberikan amanah selama 15 tahun sebagai perwakil rakyat DPR RI, tepatnya di Komisi III yang membidangi masalah hukum dan ham maupun perudang-udangan,” ujarnya.

Selain itu, kata ia, adapun mitra kerja dari komisi III yaitu, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Kemenkumham, lembaga peradilan dan lainya.

” Dari beberapa mitra kerja, saya memahami betul apa yang terjadi di bidang ke amanan maupun ketertiban dalam konteks penegakkan hukum, bahkan kita sebagai warga juga bersentuhan dengan persoalan hukum, ” sebutnya.

Ia menjelaskan, sesuai amanat konstitusi Negara Indonesia merupakan negara hukum dan semua warga negara sama di depan hukum tanpa kecuali

“Saat ini, tidak hanya masala-masalah konfensional yang terjadi di masyarakat tetapi sudah mengarah pada kejahatan trans nasional yang menelan banyak korban, ” ungkapnyam.

Lanjut ia, dengan adanya persoalan yang terjadi, pihaknya tetap berkonsentrasi di bidang penegakkan hukum, misalnya di Sulawesi Tengah khususnya, Buol, Bangai dan Parigi Moutong.

“Kasusnya antara masyarakat dan penegak hukum,” bebernya.

Ia menjelaskan, terkait hal itu, semuanya sudah dilakukan langkah-langkah oleh aparat kepolisian tanpa pandang bulu, tumpul ke atas tajam kebawah semuanya sama.

“Untuk itu dialog pada hari ini, saya lebih membuka pada persoalan hukum yang terjadi. Apakah itu dana desa, pengakan hukum, keamanan dan ketertiban, bahkan terkait penyaluran bantuan yang belum di sampaikan ke aparat kepolisian dan Kejaksaan.

Ia menambahkan, kedua lembanga ini tentunya bisa melakukan atensi terhadap persoalan yang terjadi di wilayah Parigi Moutong.

Sarfuding juga mendorong, agar masyarakat Parimo dapat menjaga keamanan wilayah bersama Kepolisian.
Apapagi, telah memasuki tahun politik, sehingga harus saling memghargai perbedaan, serta tetap merawat persatuan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *