Puan: Hukuman Untuk Siswa Harusnya Pembinaan yang Mendidik

Sumber foto: dpr.go.id.
Seruan Rakyat

NASIONAL, Seruanrakyat.online Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani menekankan, setiap sanksi atau hukuman yang diberikan seorang guru kepada murid seharusnya bersifat pembinaan yang mendidik.

“Menggunduli rambut siswi sebagai bentuk hukuman bukanlah pendekatan yang baik dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran atas Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya hak-hak bagi anak. Bentuk sanksi atau hukuman kepada siswa seharusnya bersifat membina, bukan intimidasi dan sikap merendahkan yang membuat siswa merasa tertekan,” tegasnya, kepada Parlementaria melalui rilis yang diterima, di Jakarta, Kamis (31/8) melansir dpr.go.id.

Ia menyayangkan hukuman yang diberikan seorang guru berinisial EN, menggunduli belasan siswi SMP, di Sukodadi, Jawa Timur, sebagai bentuk sanksi atau hukuman. Ia menilai hal tersebut kurang bijaksana dan tidak mencerminkan kebajikan.

“Kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, penuh penghargaan, dan menghormati hak-hak fundamental setiap individu,” tuturnya.

Sebab itu, aturan yang jelas dan sanksi yang proporsional harus diatur dalam peraturan sekolah. Hal ini penting demi melindungi pelajar dan citra institusi pendidikan.

Kata ia, perlu menerapkan kebijakan sekolah yang jelas terkait dengan hak asasi siswa, termasuk hak untuk berpakaian sesuai keyakinan dan identitas pribadi.

Ia berharap, adanya evaluasi berkala guna memastikan lingkungan pendidikan menjadi ruang tumbuh dan berkembang dengan penuh rasa aman, hormat, dan merdeka.

https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/46207/t/Puan%3A+Sanksi+Bagi+Siswa+Harusnya+Membina%2C+Bukan+Intimidasi+dan+Merendahkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *