Sukseskan Program Sikomandan, Distanak Parimo Target 3000 Sapi

Sumber foto: Istimewa
Seruan Rakyat

Seruanrakyat.online, Parigi Moutong – Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan negeri (Sikomandan), merupakan program andalan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang bertujuan meningkatkan populasi sapi dan kerbau di Indonesia.

Guna ikut menyukseskan program itu, Dinas Peternakan (Distanak) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi  Sulawesi Tengah, targetkan 3000 sapi bisa ikut simulasi buatan.

Bacaan Lainnya

Demikian kata  Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi, Wayan Purna, saat media ini berkunjung ke ruang kerjanya, Senin (08/11).

“Sikomadan Ini merupakan salah satu program nasional, dimana kegiatannya adalah kawin suntik ternak sapi atau simulasi buatan, kemudian ada juga sistem pinjam kandungan ternak sapi,” jelasnya.

Ia menuturkan, program tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2017 dan pencapaiannya melebihi dari target yang ditentukan yaitu 100,11 persen, adapun data itu langsung masuk ke sistem pemerintah pusat

“Sehingga untuk tahun ini kami diberikan target oleh pemerintah pusat sebanyak 4000 ekor sapi yang harus di simulasi buatan, akan tetapi terkendala Covid-19  maupun anggaran yang tidak mencukupi sehingga dikurangi menjadi 3000 ekor ternak sapi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Wayan, program sikomandan ini bukan bantuan ternak sapi, melainkan program pembibitan ternak yang di kawin suntikan dari bibit ternak sapi unggul.

“Janis-jenis ternak sapi yaitu lemusin, brahman, sinental, bongol, angus dan ada juga ternak sapi lokal bali,” jelasnya,

Lanjut ia, dari hasil kawin suntik nantinya akan diserahkan bagi masyarakat yang mempunyai ternak sapi.

“Kalau di Provinsi ada juga program tersebut, yang dinamakan Sulteng Sejuta Sapi (S3). Sehingga diharapkan kedepan dapat menghasilkan bibit-bibit ternak sapi unggulan,” terangnya.

Lanjut Wayan, dengan adanya wacana pemindahan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan, Parigi Moutong  berpeluang masuk sebagai salah satu daerah penyangga pangan termasuk kebutuhan suplay daging sapi.

Kata ia, ini tentunya merupakan  peluang besar bagi komoditi pangan maupun ternak yang harus dimanfaatkan sebaik- baiknya oleh pemerintah daerah.

 “Dengan adanya peluang itu maupun target yang di berikan Dinas Peternakan Parimo telah mengusulkan untuk pemerintah pusat agar ada pelatihan untuk petugas SDM, karena selama ini kami kekurangan tenaga di lapangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *