Mobil Crane Milik DLH Parimo Ditarik Pemprov Sulteng, Pemangkasan Pohon Pakai Apa?

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong, Mohammad Adri Yanuar, sumber foto: Galvin

PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online-Mobil Crane merupakan salah satu armada  pinjaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo) yang digunakan untuk melakukan penambangan dan pemangkasan pohon di areal perkotaan, kini secara resmi diambil kembali Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan berakhir masa pinjaman kendaraan tersebut, pemangkasan pohon dieral perkotaan masih menyisihkan tanda tanya.

Padahal mobil crane ini merupakan kendaraan operasional DLH Parimo, untuk melakukan aktivitas pemangkasan serta penabangan pohon di eral perkotaan.

Hal itu terungkap saat Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong, Mohammad Adri Yanuar, saat diundang rapat evaluasi bersama Komisi III DPRD Parigi Moutong, Senin 10 Agustus 2026.

Adri Yanuar menjelaskan, untuk saat ini terdapat persoalan di dinas terkait, dimana salah satu kendaraan operasional yang digunakan untuk penebangan pohon ditarik oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng.

“Jumat pekan lalu dari Dinas Kehutanan Provinsi telah menyurat ke DLH untuk melakukan penarikan mobil crane mereka,” bebernya.

Ia menegaskan, jauh sebelum dilakukan penarikan mobil tersebut, DLH telah melakukan pengajuan pengadaan mobil crane ke Bupati Parigi Moutong, agar menjadi aset tetap pemerintah daerah

Adri Yanuar berharap, melalui rapat evaluasi ini, Komisi III DPRD Parimo yang merupakan mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dapat mendorong pemerintah daerah dalam melakukan pengadaan tersebut. guna mengoptimalkan pemangkasan pohon serta penanganan darurat kebersihan kota.

“Mobil crane ini sangat penting, dan merupakan salah satu kendaraan operasional penunjang kebersihan dan tata kota di wilayah parigi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses