Parigi Moutong, seruanrakyat.online–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyebutkan, berdasarkan data tahun 2025 penderita penyakit tuberkulosis (TBC) mencapai 800 kasus.
Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Yunita Tagunu, saat ditemui sejumlah awak media, 7 Januari 2025.
Ia menuturkan, berdasarkan data, TBC di lima tahun terakhir 2020-2025 mengalami fluktuasi, di 2024 penderita TBC mencapai 871 kasus, angka tersebut masih terbilang tinggi jika dibandingkan di 2025 yaitu sebanyak 800 kasus yang tersebar di 23 Kecamatan.
Lanjut ia, dari 23 Kecamatan itu, jumla sebaran Kasus terbanyak berada di Kecamatan Ampibabo, Kasimbar, Sigenti, Palasa dan Taopa.
Ia menegaskan, jumlah tersebut, lebih didominasi pada orang dewasa. Namun, yang paling berisiko adalah anak di usia 0-12 tahun ke atas.
Menurutnya, penularan penyakit TBC disebabkan oleh berbagai faktor yaitu salah satunya kontak erat dengan penderita TBC aktif, kemudian lingkungan padat penduduk, kumuh dan lainnya.
Bahkan, kata ia, penderitaan HIV sangat berisiko terkena TBC aktif hingga 20 kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa sehat.
Lanjut ia, untuk mencegah penularan penyakit TBC maupun lainnya, anak diusia dini wajib mendapatkan imunisasi, agar merangsang sistem kekebalan tubuh dari penyakit berbahaya
“Peran orang tua sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sebagai perlindungan dasar terhadap kesehatan anak,” tuturnya.
Ia menambahkan, dengan adanya kasus tersebut, pemerintah terus mendorong agar penanggulangan TBC dapat di atasi melalui kerjasama lintas sektor, penguatan layanan kesehatan, serta edukasi publik melalui kader.












