DLH Parimo Tata Kembali Hutan Kota, Fokus Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM

Pembersihan kawasan Hutan Kota Polindolara di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, oleh Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup Parimo, sumber foto: Akbar/ SR

PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, mulai melakukan penataan dan pemeliharaan kemabli Ruang Terbuka Hijau (RTH) Huta Kota  Polindolara di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi yang lama terbengkalai.

Penataan ini dilakukan, sebagai upaya mengembalikan fungsi Huta Kota sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup Parimo, Nurniati, S.Hut. saat ditemui sejumlah awak media, Jumat 10 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, untuk saat ini dirinya masih fokus melakukan pembersian di hutan kota, guna mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau.

Hal ini, kata ia, sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Parigi Moutong Erwin-Sahid, terkait penataan dan kebersihan lingkungan.

“Untuk sementara, kami masih fokus di pembersihan dulu. Kedepan, akan dilakukan penataan kembali sebagai kawasan wisata kota,” ujarnya

Nurniati menegaskan, apabila kawasan tersebut dikelola secara optimal, tentunya dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Ia menilai, keterlibatan pelaku UMKM dalam pengembangan kawasan wisata hutan kota sengant penting, untuk memberikan dampak ekonomi nyata.

Namun, upaya tersebut perlu didukung dengan penataan kawasan yang baik, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kami juga akan melakukan pengembangan fasilitas camping ground danini masih sebatas rencana, mungkin di tahun 2027 mendatang bidang PPKLH akan mengusulkan anggaran penataan hutan kota,” ucapnya.

Lanjut ia, dari usulan itu semuanya tergantung persetujuan Kepala Dinas selaku kuasa pengguna anggaran.

“Kami hanya sebatas mengusulkan, persetujuan tergantung dari pimpinan kami,” sebutnya.

Nurniati beraharap, pemiliharaan Hutan Kota Parigi harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah dalam menjamin alokasi anggaran untuk Dinas terkait.

“Pembersihan ini merupakan inisiatif Bidang PPKLH, kerana porsi anggaran untuk pemiliharaan Huta Kota itu sendiri belum tersedia, mungkin pengaruh efisiensi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses