HUT Ke-24 Parigi Moutong, Gubernur Sulteng Dorong Legalisasi Tambang Ilegal

Sumber foto: IST

PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online-Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 tahun Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, mendorong legalisasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Hal itu ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan HUT Kabupaten Parimo ke-24, di halaman Kantor Bupati, Jumat 10 April 2026.

Bacaan Lainnya

Anwar Hafid menjelaskan, maraknya PETI di wilayah Parimo menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah setempat. Sehingga perlu dilakukan penindakan tegas sekaligus membuat formalisasi yang sah.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar mendorong para pelaku tambang ilegal beralih ke jalur resmi, melalui pendekatan legalisasi dan penegakan hukum yang tegas.

Lanjut ia, dalam melakukan legalitas pertambangan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dilakukan, salah satunya dengan memperhatikan aspek lingkungan.

“Aspek lingkungan merupakan komponen paling krusial yang wajib dilakukan untuk memitigasi dampak negatif,” tuturnya.

Selain itu kata ia, tujuan mengubah aktivitas PETI menjadi legal agar lebih mudah diawasi dan menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat. 

“Apabila PETI ini kami legalkan sesuai ketentuan hukum, akan menjadi pintu kita untuk melakukan pengawasan secara ketat, masyarakat bisa menikmati manfaat, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.

Ia juga bilang, sebelumnya wacana legalisasi yang diusulkan terdapat pro dan kontra. Padahal, dengan melakukan legalisasi pertambangan salah satunya adalah, membuka lapangan kerja baru serta menurunkan angka kemiskinan.

Selain membuka lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari wilayah pertambangan bisa didapatkan.

“Kenapa PAD kita tidak maksimal, karena salah satu faktornya yaitu, pemerintah belum bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses