HUT Parigi Moutong ke-24: Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk 72 Ribu KPM

PARIGI MOUTONG, Seruanrakyat.onlinePerayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Parigi Moutong yang ke-24, Pemerintah Kabupaten meresmikan launching penyaluran bantuan pangan. Sebanyak 72.603 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 287 desa/kelurahan di 23 kecamatan dipastikan akan menerima bantuan ini.

Pelepasan distribusi bantuan dilakukan secara simbolis pada Jumat 10 April 2026, menyasar masyarakat hingga ke pelosok desa.

Kepala Dinas Ketahanan dan Perkebunan, Sofiana mengatakan, data penerima bantuan tersebut, merupakan hasil integrasi dari pemerintah desa dan Kementerian Sosial yang mencakup masyarakat dalam kategori desil satu hingga desil empat.

​”Jadi pelepasan ini dilaksanakan memang benar-benar diberikan kepada penerima manfaat yang di pelosok sampai desa. Data awal itu dari desa sendiri dan Kementerian Sosial, di situ ada desil satu, dua, tiga, dan empat. Semua menerima manfaat,” ujar.

Sofiana menjelaskan, penyaluran kali ini mencakup jatah untuk bulan Februari dan Maret, di mana setiap KPM akan menerima paket berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng (Minyakita).

Ia mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dari aparat kecamatan dan desa agar penyaluran ini berjalan transparan dan sesuai dengan Program Nasional Asta Cita Presiden RI.

​”Kami minta kepada kepala desa maupun camat harus kita benar-benar dalam hal pengawasan. Jangan sampai tidak tersalur sesuai keinginan program nasional Asta Cita Pak Presiden hanya karena tidak dipublikasikan atau disampaikan ke masyarakat,” tegasnya.

Sofiana menyebutkan, dibandingkan tahun 2025, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami lonjakan drastis sekitar 40 persen, dari yang sebelumnya 42 ribu menjadi lebih dari 72 ribu KPM.

Menariknya, pemerintah juga menyiapkan kuota cadangan bagi warga layak yang mungkin belum terdata secara resmi.

“Dari tahun 2025 kemarin dari 42 ribu, kenaikan sekitar 40 persen. Dari 72 ribu penerima itu ada lagi cadangan. Nanti kita lihat prosesnya, ketika ada warga yang layak menerima tapi tidak ada namanya di undangan, itu bisa menggunakan bantuan cadangan ini melalui kesepakatan desa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk tahap awal hari ini, penyaluran dilakukan di lima kecamatan. Keterlambatan distribusi di beberapa wilayah diakui karena adanya proses teknis terkait pengemasan resmi dari Badan Pangan Nasional.

​Adapun lima kecamatan yang menerima penyaluran perdana adalah, Kecamatan Sausu, Kasimbar, Palasa, Mepanga dan Kecamatan Taopa.

“Penyerahan hari ini adalah 5 kecamatan. Karena proses kemasan dari Badan Pangan Nasional masih sementara dalam pengiriman, jadi harus menggunakan kemasan berlabel itu juga. Insyaallah bulan ini akan tuntas untuk jatah Januari, Februari, dan Maret,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses