Fraksi PDI-Perjuangan Soroti Alokasi Belanja Modal APBD 2026 Harus Merta di 23 Kecamatan

Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Parigi Moutong, Bicara Fraksi PDI-Perjuangan, Feni Mike Kairupan sumber foto: Akbar

PARIGI MOUTONG,seruanrakyat.online
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyoroti alokasi belanja modal yang tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 harus merata di 23 Kecamatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI-Perjuangan, Feni Mike Kairupan, dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong, Rabu 19 Agustus 2026.

​Dalam pandangan umumnya, Feni menjelaskan, persoalan pemerataan pembangunan harus menjadi fokus utama, agar alokasi peningkatan belanja modal tidak berpusat di wilayah tertentu, melainkan didistribusikan secara proporsional.

​”Fraksi PDI Perjuangan mendesak peningkatan belanja modal benar-benar dialokasikan secara adil dan merata di seluruh wilayah kecamatan, bukan hanya menumpuk pada wilayah tertentu,” ujarnya.

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas penyusunan rancangan APBD tersebut.

Langkah penyesuaian ini dinilai penting untuk menyelaraskan kerangka ekonomi daerah dengan kondisi rill di lapangan, agar program pemerintah tepat sasaran, menggerakkan potensi pertanian dan kelautan, serta meningkatkan kesejahteraan warga secara adil dan merata.

Kemudian, kata ia, Fraksi PDI-Perjuangan juga memberikan sejumlah catatan, dan desakan kepada Bupati Parimo terkait pengelolaan anggaran perubahan tahun 2026, salah satu terkait pengurukan dana transfer dari pemerintah pusat.

​”Apa langkah konkret pemerintah daerah untuk mengkompensasi hilangnya Rp114.149.462.785 dana transfer, sehingga tidak memicu kegagalan target pembangunan di RKPD 2026 dan RPJMD 2025–2029,” tegasnya.

Selain menyoroti penurunan dana transfer pusat, Fraksi PDI Perjuangan juga mempertanyakan efektivitas penambahan program dan kegiatan baru dalam APBD Perubahan 2026, khususnya pada sisa waktu tahun anggaran yang berjalan.

​”Dalam penambahan program kegiatan baru pada perubahan anggaran, seberapa besar dampaknya untuk mengentaskan kemiskinan dan membuka lapangan kerja di Parigi Moutong pada sisa waktu tahun anggaran,” bebernya.

​Di akhir pandangan umumnya, Feni menambahkan, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menerima dan siap mengawal untuk dibahas pada tahap selanjutnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses