Muhammad Alfianto: Uji Sertifikasi Kopetensi TKK Penting Untuk Meningkatkan Kualitas SDM K3

Plt Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Muhammad Alfianto Hamzah, Sumber foto: Akbar

PARIGI MOUTONG,seruanrakyat.online-Plt Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Muhammad Alfianto Hamzah, menegaskan pelatihan dan uji sertifikasi kopetensi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) sangat penting, guna menambah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Hal itu ia ungkapkan saat menggelar pelatihan dan uji sertifikasi kopetensi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK), di Aula Disdikbud Parimo,  Senin 14 September 2026.

Ia menegaskan, tenaga K3 ini mempunyai peran penting dalam proses penyusunn dokumen penawaran teknis RKK, serta memastikan pemenuhan regulasi keselamatan sejak tahap lelang di mulai.

Ia juga menuturkan, selain penyusunan dokumen RKK. Keterlibatan tenaga K3 dalam pekerjaan konstruksi menjadi salah satu syarat utama untuk memastikan keamanan dan kesehatan pekerja dari resiko kecelakaan kerja.

“Bahkan, mereka juga dapat membantu dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan efisien,” bebernya.

Alfianto juga mengingatkan, agar kegiatan pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi tersebut tidak hanya dijadikan ajang ikut-ikutan untuk memperoleh sertifikat.

Menurutnya, kegiatan ini harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, kompetensi dan profesionalisme dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.

Alfianto berharap, para peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai wadah pembelajaran, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi,” ujarnya.

Ia menegaskan, tenaga K3 khususnya di Wilayah Kabupaten Parimo masih sangat minim, karena kegiatan serupa sering kali dilakukan di luar daerah. Sehingga, akses untuk mengikuti pelatihan tersebut masih rendah.

Lanjut ia, kegiatan pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi ini, sudah di agenda dari beberapa tahun sebelumnya.Namun, di tahun 2026 baru dilaksanakan.

“Jadi target awal kita, sebanyak 50 orang, dengan peluang tenaga konstruksi maupun lapangan, kemudian pesertanya terdiri Dinas PUPRP, perwakilan dari pihak penyedia dan OPD teknis,” ucapnya.

Ia menambahkan, pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi ini bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, yang berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 14-15 September 2026,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses