PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online– Ketua Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Hj. Hestiwati Nanga, mendorong semua Posyandu untuk menerapkan wadah pelayanan dasar masyarakat secara terpadu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Hingga September 2026, program inovatif ini telah menjangkau 18 kecamatan di Parigi Moutong,” ujarnya.
Hestiwati, menegaskan perubahan tersebut dilakukan agar Posyandu mampu mengidentifikasi dan menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat yang ada tingkat desa.
Ia menuturkan, melalaui skema baru ini, Posyandu mengintegrasikan enam bidang pelayanan dasar pemerintah, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), dan Sosial.
“Posyandu bukan lagi mengurus tentang kesehatan, melainkan menjadi wadah pelayanan dasar masyarakat secara terpadu melalui enam SPM,” terangnya.
Menurutnya, penerapan enam SPM diperkuat melalui rangkaian soft launching di dua lokasi pilot project, seperti Posyandu Bougenville, Desa Tilung, Kecmatan Tomini dan Posyandu Melati Kecamatan Mepanga.
Hestiwati juga meminta, para kepala desa dan Tim Pembina Posyandu Desa aktif mengawal dan mengevaluasi data tersebut, agar menjadi dasar usulan pembangunan pemerintah daerah.
Lanjut ia, selain memperluas fungsi layanan, Pemerintah daerah Parimo juga memberikan perhatian penuh terhadap kesejahteraan para kader di lapangan.
“Insentif kader harus diperhatikan dan mereka juga bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, nanti pembiyayaan sepenuhnya oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.
Adapun kegiatan itu, dihadiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.











