Kunjungi Dapur MBG di Kelurahan Lolu, Longki Djanggola Tekankan Standar Pengelolaan Limbah

Anggota Komisi II DPR RI, Longki Djanggola, melakukan kunjungan di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Gunung Bosa Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, sumber foto: ( IST)

Palu,seruanrakyat.online Mengunjungi operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Gunung Bosa di Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Anggota Komisi II DPR RI, Longki Djanggola, menekankan pentingnya pengelolaan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang baik sebagai bagian dari standar sanitasi dapur.

Adapun kunjungan tersebut dalam agenda reses masa Sidang IV Tahun 2025–2026, Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, selain agenda reses, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan pelaksanaan program strategis pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar.

“IPAL harus betul-betul diperhatikan. Hal ini penting untuk memastikan dapur tetap memenuhi standar kebersihan sehingga operasional dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, aspek sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi perhatian utama guna mendukung kualitas layanan program MBG di berbagai daerah.

Selain itu, Longki juga mengingatkan agar kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, penerapan standar tersebut penting untuk memastikan keamanan pangan serta kecukupan gizi bagi para penerima manfaat, terutama siswa.

“Pengelola dan tenaga ahli gizi perlu memastikan seluruh proses pengolahan berjalan higienis dan sesuai standar, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal,” katanya.

Longki menilai program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sejak dini.

Sementara itu, Kepala SPPG Gunung Bosa, Putri Ramadahani, menyampaikan bahwa operasional dapur berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia bersama ahli gizi Faiz Akbar memastikan bahwa aspek kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi terus dijaga secara konsisten.

Saat ini, Dapur MBG Gunung Bosa melayani sebanyak 1.705 penerima manfaat.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan sesuai standar yang ditetapkan agar program ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses