PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menggelar kegiatan Pemutakhiran Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) pada Rabu 29 April 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan arah kebijakan pembangunan kebudayaan tetap relevan dengan dinamika zaman.
Mewakili Plt. Kadis Dikbud Parimo Sunarti, Kasubag Umum Kepegawaian Dikbud, Syafriani, dalam sambutannya mengatakan, PPKD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi utama dalam mengelola kekayaan lokal.
”Pokok pikiran kebudayaan daerah yang tersusun dengan baik memiliki peran penting sebagai dasar perencanaan dan pengembangan kebudayaan daerah. Menjadi rujukan utama dalam mengidentifikasi potensi permasalahan serta kebutuhan kebudayaan secara sistematis dan terarah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Dokumen PPKD Kabupaten Parigi Moutong sendiri telah disusun sejak tahun 2020.
Lanjut ia, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pemerintah daerah telah menunjukkan komitmen nyata dalam menindaklanjuti rekomendasi yang tertuang dalam dokumen tersebut.
Syafriani menyebutkan, beberapa capaian strategis yang berhasil diwujudkan antara lain, lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kebudayaan Daerah, penetapan berbagai Cagar Budaya Daerah serta pendaftaran Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), pelaksanaan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dan program revitalisasi bahasa daerah.
Dia menambahkan, tujuan utama pemutakhiran tahun 2026 ini adalah untuk menginventarisir kembali data-data kebudayaan yang mungkin belum tercatat atau membutuhkan pembaruan. Hal ini krusial agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
”Kita berharap data kebudayaan yang tersusun dapat lebih akurat, komprehensif, dan relevan dengan kondisi terkini. Data inilah yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan program serta upaya perlindungan dan kemajuan kebudayaan,” tambahnya.
Syafriani juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam proses ini. Kontribusi pemikiran dan informasi dari berbagai pihak dinilai menjadi kunci terciptanya data kebudayaan yang berkualitas.
”Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan kebudayaan di Kabupaten Parigi Moutong agar tetap hidup dan tegak di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.












