PARIGI MOUTONG,seruanrakyat.online– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menggelar Seminar Pendahuluan penyusunan Rencana Induk Pengolahan Sampah (RIPS) periode 2026 hingga 2046, di salah satu hotel Parigi, Kamis 7 Mei 2026.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong Tri Nugrah Adiyarta, menjelaskan, tujuan utama dari RIPS ini adalah agar pemerintah daerah memiliki panduan pengolahan sampah yang lebih terencana, sistematis, dan terintegrasi dengan regulasi daerah lainnya.
“Tujuannya bagaimana pemerintah daerah mempunyai rencana induk pengolahan sampah yang terencana dan lebih baik lagi. Ini menyesuaikan dengan RPJPD, Perda Sampah Nomor 8 Tahun 2025, serta berkolaborasi dengan RTRW yang kita punya,” ujarnya
Menurut ia, salah satu poin penting dalam perencanaan ini, yaitu perubahan cara pandang dalam pengelolaan sampah. Tri menekankan, kebiasaan lama yang hanya mengandalkan kumpul dan buang ke TPA harus segera ditinggalkan.
”Kalau sekarang polanya masih kumpul, angkut, dan buang. Ke depannya, dengan dokumen perencanaan induk ini, pengolahan sampah sudah lebih baik lagi. Sisi ekonomisnya juga ada di dalamnya,” bebernya.
Kata ia, dalam dokumen RIPS tersebut, Pemda Parigi Moutong merencanakan penempatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di berbagai wilayah strategis.
Hal ini dimaksudkan agar sampah diolah sejak dari sumbernya sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi sebelum mencapai pembuangan akhir.
Ia mengungkapkan, khusus untuk wilayah dengan produksi sampah harian yang tinggi, seperti Kecamatan Moutong dan Tinombo di bagian utara, akan mendapatkan perhatian khusus dalam penempatan fasilitas pengolahan tersebut.
Tri Nugrah mengakui, meski memiliki rencana jangka panjang yang besar, saat ini pihaknya masih menghadapi kendala terkait keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kondisi sarana prasarana yang mulai menua.
”Sampai hari ini dukungan SDM kita masih kekurangan, begitu juga dengan sarana prasarana. Kedepannya kita akan lakukan peningkatan kapasitas melalui Bimtek dan pelatihan-pelatihan untuk menunjang keterbatasan SDM tersebut,” jelasnya.
Terkait armada, ia menyebutkan, meski ada penambahan dua unit alat angkut baru-baru ini, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan sesuai dengan proyeksi kebutuhan 20 tahun ke depan. Ia juga menyadari adanya tantangan dari sisi efisiensi anggaran daerah.
Penyusunan RIPS tersebut dipastikan tetap sejalan dengan visi dan misi Bupati Parigi Moutong dalam membangun daerah yang dimulai dari tingkat desa.
”Pengolahan sampah yang terencana ini sesuai dengan visi misi Pak Bupati, yaitu membangun dari gerbang desa atau desa membangun. Itu semua akan termuat dalam rencana induk pengolahan sampah ini,” pungkasnya.












