Dinas Pendidikan Parimo Targetkan Pemerataan Revitalisasi Sekolah di Tahun 2026

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Kabupaten Parigi Moutong Sunarti, sumber foto: (Galvin)

PARIGI MOUTONG, Seruanrakyat.onlineDinas Pendidikan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), terus mengawal program revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari program unggulan kementerian.


Setelah sukses merehabilitasi puluhan sekolah pada tahun 2025, fokus tahun ini adalah memastikan bantuan fisik menjangkau sekolah-sekolah yang membutuhkan, termasuk di wilayah terpencil.

Plt Kepala Disdikbud Sunarti, menyebutkan pada tahun 2025, sebanyak 28 sekolah di Parigi Moutong telah mendapatkan bantuan revitalisasi.

​“Tahun 2025 itu program revitalisasi untuk Kabupaten Parigi Moutong alhamdulillah kita mendapatkan 28, terdiri dari 15 SD, 5 PAUD, dan 8 SMP dari Kementerian,” ungkapnya saat ditemui sejumlah awak media, Sabtu 2 Mei 2026.

Meskipun tahun ini terdapat efisiensi anggaran dari kementerian, Sunarti menjelaskan bahwa usulan untuk pembangunan fisik tetap menjadi prioritas utama daerah.

Hal ini dikarenakan banyaknya sekolah yang membutuhkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), laboratorium, hingga perpustakaan.

Meski ada efisiensi anggaran dari pusat, beberapa titik sudah dipastikan mendapat intervensi, seperti pembangunan lembaga PAUD di Desa Pombalowo, Ampibabo, dan Tinombo, serta tiga unit SMP. Khusus untuk jenjang Sekolah Dasar, perhatian khusus diberikan kepada sekolah di wilayah terpencil.

​“Alhamdulillah ada yang langsung diintervensi oleh kementerian pendidikan itu di SDK Bainaa Barat, kemudian SDK Ogolau. Insya Allah itu merupakan intervensi khusus dari pusat untuk mendapatkan revitalisasi,” tambahnya.

Terkait persoalan sekolah yang memiliki kebutuhan mendesak namun belum terdata secara sinkron di Dapodik, Sunarti menekankan pentingnya berbagi peran antara pusat dan daerah.

​“Bagi yang belum tersentuh (pusat) itu barulah daerah akan mengambil bagiannya juga. Yang jelas kita berbagi, tidak boleh yang sudah masuk dalam bantuan pusat kemudian daerah lagi dalam sekolah yang sama, sementara kan banyak sekolah lain yang membutuhkan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses