Ketua Komisi IV DPRD Parimo Minta Disdikbud Sinkronisasi Program Pendidikan Dengan Pemprov Sulteng

Sumber foto: Istimewa

PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online – Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong (Parimo) Sutoyo yang merupakan salah seorang politikus Partai NasDem meminta Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan (Disdikbud) setempat agar segera melakukan sinkronisasi program sektor pendidikan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu ia ungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV bersama Disdikbud Parimo terkait Rencana Kerja (Renja) tahun anggaran 2026, Senin 27 Juli 2026.

Sutoyo menjelaskan, sinkronisasi program pendidikan antara Pemda Parimo bersama Pemprov Sulteng, hingga kini masih belum nampak dan dirasakan oleh sebagaian besar kalangan masyarakat di daerah.

Ia menilai Disdikbut belum mampu mensingkronkan Program Berani Cerdas Gubernur Sulteng, dengan program Bupari Parigi Moutong

Menurutnya, sinkronisasi ini sangat penting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang mampu berdaya saing dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Pagu APBD kita di tahun 2027  berada di kisaran Rp 1,4 triliun, angka tersebut menurun drastis, Dibanding tahun 2026 yang kisarannya Rp 1.7 triliun,” ujarnya.

Kemudain, kata ia, pagu APBD 2027 yang akan dikelola Disdikbud sekitar Rp 9 miliar. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga perlu dilakukan harmonisasi untuk memanfaatkan berberbagai program Pemerintah Provinsi.

Sutoyo menegaskan, pemerintah daerah harus melihat peluang, agar beban pendapat daerah di tengah efisiensi anggaran dapat ditekan arus pengeluaran APBD untuk program yang semestinya bisa dilakukan kolaborasi bersama antara Pemprov Sulteng.

“Kita jangan hanya rajin ke Pemerintah pusat saja, tetapi kita juga harus dapat membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi soal
program Berani Cerdas Gubernur yang memberikan dampak nyata bagi masayarakat kita,” terangnya.

Ia menuturkan, sinergi antara Pemda Parimo dan Pemprov Sulteng menjadi hal penting agar program pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Saya pikir, tidak ada salahnya kalau kita bertanya soal apa kontribusi Program Berani Cerdas dari Gubernur bagi daerah. Tanpa bermaksud mengesampingkan beasiswa bagi anak-anak kita yang melanjutkan ke perguruan tinggi,” ucapnya.

Lanjut ia, dinas terkait harus mampu melobi agar cakupan dari program Berani Cerdas dapat diperluas dan melibatkan OPD di daerah salah satunya Parigi Moutong.

Ia menambahkan, Kebutuhan pendidikan di Parigi Moutong masih cukup besar, mulai dari rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga pemerataan kualitas layanan pendidika.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kadis Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulteng agar berbagai program pendidikan, termasuk Program Berani Cerdas, dapat di akses untuk terlibat langsung.

Sunarti juga mengaku dirinya tidak menampik, Program Berani Cerdas yang notabene lebih menitikberatkan pada bantuan berupa beasiswa bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses