Polres Parimo Dalami Kasus Kematian Pelajar SMP yang Ditemukan di Kebun Kelapa

Parigi Moutong, seruanrakyat.online – Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong (Parimo) melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus kematian pelajar SMP yang ditemukan di kebun kelapa milik IN warga Desa Avulua Kecamatan Parigi Utara.

Awal mula, warga dusun II, Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo digemparkan dengan penemuan sesosok mayat remaja laki-laki di area perkebunan kelapa milik seorang warga pada Minggu pagi 1 Maret 2026.

Korban diketahui berinisial AG pelajar kelas 3 SMP yang berdomisili di Desa Avolua, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita di sekitar kebun kelapa milik saudara Iwan.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada pihak kepolisian sekitar pukul 10.00 Wita.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, suasana desa yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam setelah kabar penemuan jasad pelajar itu menyebar.

Kemudian, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi sebelum akhirnya aparat kepolisian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polres Parigi Moutong, Iptu Arbit, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat di Desa Avulua.

“Benar, pada hari Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, kami menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat seorang pelajar di Dusun II Desa Avolua. Personel kami segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP,” ujarnya

Ia menjelaskan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna memastikan penyebab kematian korban.

Bahkan, kata ia, sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan proses identifikasi serta pemeriksaan medis terhadap jenazah telah dilakukan.

“Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Kami mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” bebernya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian. Jangan mudah percaya pada isu-isu yang belum tentu benar karena dapat memperkeruh situasi,” tegas Iptu Arbit.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Avolua. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara terang dan tuntas peristiwa tragis tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses