PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online — Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa 16 Juni 2026, sekitar pukul 11.27 WITA, yang berpusat pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan tersebut dirasakan sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong yang mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah warga di beberapa kecamatan.
Berdasarkan, data yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, lokasi yang terdampak yaitu.
Desa Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan, Tolai, Torue, Sausu Trans, Balinggi dan Kelurahan Maesa Kecamatan Parigi.
Kemudian hasil asesmen sementara yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) mencatat sedikitnya 21 rumah warga terdampak, dengan 15 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa.
Rincian rumah terdampak meliputi 6 rumah di Desa Boyantongo, 3 rumah di Desa Tolai, 9 rumah di Desa Torue, 1 rumah di Desa Sausu Trans, 1 rumah di Kelurahan Maesa, dan 1 rumah di Desa Balinggi.
BPBD juga merilis, tidak terdapat korban luka-luka, maupun meninggal dunia, bahkan tidak ada kerusakan fasilitas umum. Meski demikian, sebagian warga masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap gempa susulan yang masih terjadi.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat, guna melaksanakan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan,
BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain bantuan logistik penanggulangan bencana serta terpal untuk menutupi bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Upaya penanganan di lapangan melibatkan masyarakat, aparat desa, Babinsa, serta Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Parigi Moutong.












