PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online– Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74-94308 Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Julkifli, menepis adanya isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis pertalite yang menyebabkan antrean menggular hingga memenuhi bahu jalan trans sulawesi.
“Kalau dibilang kelangkaan BBM saya rasa tidak, karena stok BBM kita berjalan normal, kemudin persoalan anterean menguluar, kami juga kaget, entah isu apa yang berdar diluar sana,” ujarnya saat di temui sejumlah awak media di halaman SPBU Kampal, Rabu 21 Oktober 2026
Ia menjelaskan, sebelumnya, pengisian BBM jenis Pertalite berlangsung normal tanpa antrean kendaraan yang mengular. Namun, dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mulai terjadi hingga memenuhi bahu jalan.
Kondisi tersebut, kata ia, dipengaruhi jarak pendistribusian BBM dari depot Pertamina Donggala menuju SPBU yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar empat jam.
“Depot pengisaan BBM ini berda di Kabupaten Donggala. Sehingga, untuk sampai ke SPBU Kampal memerlukan waktu kurang lebih 4-5 jam, itu pun kalau tidak kedala di jalan,” sebutnya.
Selain jarak tempuh, Lanjut ia, pengisian pasokan di depot pertamina sering mengalami keterlambatan. Sehingga, untuk mencegah tersebut keterlambatan, pihak pertamina telah mengubah polah pengisian.
“Jadi sitem penyalurannya di utamaka posakan BBM pertalite dulu, untuk pengisiaan bahan bakar solar jadwalnya di malam hari,” bebernya.
Ia menambahka, ketersedian pasokan BBM subsidi jenis pertalite di SPBU Kampal sangat terpenuhi, dengan jumlah kuota mencapai 24 Kilo Liter (KL) per hari.
Sementara untuk BBM Jenis Solar di angka 16 Kilo Liter (KL) per hari. Ketersediaan tersebut dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan konsumen di Wilayah Parigi dan sekitarnya.
“Kalau BBM jenis pertamax, sering menggalami ganguan atau error pada mesin pompa pengisian (fuel pump), jadi tidak ada alternatif lain bagi masyarakat untuk melakukan pengisian bahan bakar,” terangnya.
Ia juga menegaskan, dengan meningkatnya daya beli konsumen, pihak SPBU kampal telah mengajukan penambahan kuota BBM jenis pertalite dari kuaota sebelumnya 24 Kilo Liter (KL).
“Kami tidak bisa memastika penambahan kuota itu terealisasi atau tidak, bisanya di depot Pertamina Donggala kekurang armada pengangkut BBM, yang pasti penambahan kouta tersebut sudah di setujui,” pungkasnya.
Laporan: Akbar











