PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online- Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, Faisan Lelo Badja, mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan validasi data penerima bantua Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarkat kurang mampu di Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah.
Dorongan tersebut, untuk mendukung program pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan kemandirian ekonomi di tingkat desa, serta memastikan pemerataan program bantuan perumahan melalui Bedah Rumah Merah Putih.
Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri Reses Anggota DPR-RI, Longki Djanggola dan Kunjungan Kerja Daerah Pemilihan (Kundapil) Hj. Zalzulmida A. Djanggola, di Desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah, Senin 19 Oktober 2026.
Menurutnya, setiap desa di wilayah Kabupaten Parimo di wajibkan untuk melakukan pembamguna KDMP, yang salah satu syarat adalah penyaluran Dana Desa.
Selain itu, kata ia, kahadiran KDMP juga untuk mempercepat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat desa.
“Berdasarkan hasil konsultasi kami di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Desa di wajibkan untuk menyiapkan KDMP, tujuanya yaitu mempercepat kemandirian ekonomi serta ketahanan pangan,” ujarnya.
Lanjut ia, hadirnya kopeasi merah putih, tentuya dapat membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat di wilyah setempat, dan meningkatan Penghasilan Asli Desa (PADes).
Selain KDMP, Faisan juga mendorong, agar pemerintah desa, khusunya pelawa baru, untuk segerah mungkin menyiapkan data penerima bantuan BSPS.
“Mulai dari sekarang, Pemerintah desa harus melalukan verfikasi dan validasi data masyrakat yang berhak menerima bantua BSPS, jadi jangan menunggu di minta baru dilakukan,” ucpnya.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah pusat terus menggenjot penyediaan hunian dan perbaikan rumah melalui program 3 juta rumah, serta peningkatan bedah rumah.
“Sehingga penting bagi Pemerintah Desa untuk menyiapkan data penerima bantuan, jagan sampai kami dari partai Gerindra memnita data penerim, desa justru kalamkabut,” pungkasnya











