Satgas BBM Parimo Sebut Penyebab Antrean Mengular di SPBU Kampal Karena Kepanikan Warga

Sumber foto: Akbar/SR

PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online-Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Penertiban Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyebutkan, terjadinya antrean yang mengeluar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74-94308 Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, disebabkan oleh kepanikan warga.

“Terjadinya antrean ini karena kepanikan pengendara, bukan kelangkaan BBM ,” ujar Ketua Satgas BBM Kabupaten Parimo, Ismet Ismail, saat ditemuai sejumlah awak media di halaman SPBU 74-94308 Kampal, Rabu 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, ketersedian pasokan BBM Subsidi jenis Pertalite di SPBU Kampal sangat terpenuhi, dengan jumlah stok mencapai 24 Kilo Liter (KL) per hari.

Ia mengatkan, jarak distribusi BBM subsidi juga menjadi suatu kendala dalam melakukan penyaluran pasokan ke SPBU. Sehingga, menyabakan kepanikan para pengantre untuk mendapatkan bahan bakar terdebut.

Selain SPBU, lanjut ia, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah kios pengecer bahan bakar minyak, untuk memastikan harga jual yang dilakukan pedagang sesuai dengan ketuan.

“Sidak ini kami lakukan, berdasarkan pemberitaan yang viral soal penjualan BBM jenis Pertalite di kios-kios pengecer yang melampaui harga pada umumnya, dari Rp13 ribu per botol, kini naik menjadi Rp15 ribu,” tuturnya.

Sementara, untuk ukuran 1,5 liter biasanya di jual dengan kisaran harga Rp20 ribu per botol, kini naik menjadi Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per botol.

Hal itu, kata ia, dibuktikan dengan pengakuan dari para pedagang yang membenarkan adanya dugaan permainan harga jual BBM jenis Pertalite.

“Setelah kami temukan dugaan permainan harga tersebut, Satgas BBM langsung melakukan imbauan kepada para pengecer agar tidak menjual Pertalite di atas harga sebelumnya,” ucapnya.

Ismet menegaskan, apabila imbauan tersebut tidak diindahkan dan masih melakukan hal serupa, pihaknya akan melakukan tindak tegas dengan menyerahkan kepada pihak berwajib sesuai ketentuan hukum.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat satgas BBM bakal mengundang beberapa pengawas SPBU, mulai dari SPBU Toboli hingga Sausu, untuk melalukan rapat evaluasi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses