Parigi Moutong, seruanrakyat.online– Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong menyediakan 16 ton solar bersubsidi perhari, namun tidak mengurangi anteran kendaraan roda enam yang terus terjadi untuk mendapatkan bahan bakar tersebut.
Hal itu diungkapkan, Pengawas SPBU Kelurahan Kampal, Rivai Muhammad, saat ditemui sejumlah awak media, di ruang kerjanya, Selasa 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sebelumnya jata bahan bakar solar bersupsidi yang diberikan Pertamina ke SPBU Kampal sebanyak 8.000 kilo liter perhari,
Hanya saja, kata ia, jatah tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga, pihaknya melakukan pengajuan penambahan kuota dari 8.000 menjadi 16 ribu kilo liter per hari.
“Mengingat dari dua SPBU yang ada di Parigi, hanya SPBU Kampal yang melakukan penjualan solar bersubsidi,”bebernya.
Ia menegaskan, anteran kendaraan roda enam yang menunggu pengisian bahan bakar solar di SPBU Kampal, hampir sebagian besar berasal dari daerah luar yang melintas di Parigi Moutong.
“Terjadinya antrean itu bukan disengajakan oleh pihak SPBU, selama ini kami juga berusaha agar kebutuhan pelanggan bisa terpenuhi,”sebutnya.
Menurutnya, dari 16 ribu kilo liter itu, bukan hanya diprioritaskan untuk kendaraan umum yang menggunakan bahan bakar solar, tetapi terdapat kebutuhan petani dan nelayan yang harus di penuhi.
Lanjut ia, masing-masing kendaraan diberikan kuota sebanyak satu galon bahan bakar minyak, dengan mengundang kode QR (barcode). Begitupun nelayan dan petani.
“Pengisian bahan Bahan Bakar Minyak (BBM) selain roda dua, bagi kendaraan roda empat dan seterusnya diwajibkan menggunakan kode QR (barcode), termasuk nelayan petani yang menggunakan jeriken,” tuturnya.
Ia berharap, persoalan anteran kendaraan truk yang memonopoli bahu jalan trans Sulawesi, khususnya di kelurahan Kampal, dibutuhkan kerjasama antara SPBU maupun pemerintah setempat,”pungkasnya.













