PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong ( Parimo) memulai matangkan persiapan lomba Kebersihan, Keindahan, dan Kerapian (K3) tahun 2026, guna membangun kesadaran masyarakat terkait budaya hidup bersih.
Lomba K3 ini melibatkan sejumlah desa dan Kelurahan di wilayah eks-Kecamatan Parigi, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong Siti Mariyam Tagunu, menuturkan pelaksanaan lomba tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Parimo.
Menurutnya, DLH sebagai organisasi perangkat daerah siap melaksanakan program tersebut sesuai arahan pimpinan selaku kepala daerah.
“Kami sudah menerima perintah dari pimpinan, yakni Bapak Bupati. Sebagai bawahan kami siap melaksanakan lomba K3 ini,” tuturnya.
Ia menuturkan, dengan dicanangkan lomba K3, pihaknya telah melakukan rapat pembentukan tim dan panitia, terdiri dari tim ahli, bermitra dengan PKK, Dharma Wanita, serta tokoh masyarakat,” ujarnya saat ditemui sejumlah awak media, Selasa 7 Juli 2026.
Kemudian, kata ia, setelah dibentuk tim tahapan selanjutnya adalah menggelar rapat koordinasi bersama para camat di eks Kecamatan Parigi, kelurahan, serta pemerintah desa penyangga guna mematangkan teknis pelaksanaan lomba.
Lanjut ia, selain melibatkan pemerintah desa, Kecamatan, OPD dan Instansi vertikal,
peserta lomba nantinya berasal dari satuan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA se-Kecamatan Parigi. Selain itu, sekolah perwakilan dari Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Selatan, dan Parigi Utara juga akan dilibatkan.
“Sebelum pelaksanaan penilaian yang dijadwalkan pada 20 Juli mendatang, pemda parimo terlebih dahulu akan menggelar kerja bakti serentak di 23 kecamatan,” bebernya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari arahan langsung Bapak Bupati untuk membangun budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kebersihan lingkungan.
Mariam menambahkan, aspek yang menjadi fokus penilaian dalam lomba K3 meliputi kebersihan lingkungan seperti kondisi saluran drainase, penghijauan, serta ketersediaan tempat sampah di masing-masing lokasi.
“Yang menjadi penilaian adalah kebersihan lingkungan, saluran pembuangan air yang bersih, penghijauan, serta ketersediaan tempat sampah. Sesuai harapan Bapak Bupati, daerah ini harus terlihat bersih dan tertata,” jelasnya.
Ia berharap, melalui lomba tersebut masyarakat dapat meningkatkan partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
“Bahkan Bupati juga berharap, masyarakat dapat terpacu untuk berpartisipasi dalam lomba kebersihan ini. Intinya agar masyarakat semakin memahami bahwa kebersihan itu indah,” pungkasnya.











