PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online- Pemerintah Daerah (Pemda), Parigi Moutong (Parimo) akhirnya merilis hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan secara masif di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga DPRD.
“Dari total 1.108 orang yang diperiksa, sebanyak 1.077 orang dinyatakan negatif dan 31 orang terindikasi positif 28 diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tiga orang pelajar SMA,” ujar Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, saat ditemui sejumlah awak media di Kantor Bupati, Senin 3 Agustus 2026.
Abdul Sahid, menegaskan mereka yang terindikasi positif nantinya akan dilakukan rehabilitasi, apabila dalam proses tersebut masih melakukan hal yang sama akan diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindak lanjut
Menurutnya, Pemda Parimo mengedepankan langkah pembinaan dan edukasi. Jika yang bersangkutan direhab menunjukkan perubahan positif, pihak Pemda tidak akan menjatuhkan sanksi tegas.
Namun kata ia, jika ada yang membangkang atau lalai setelah rehabilitasi, tindakan tegas melalui jalur hukum akan diambil.
”Kami akan melakukan pembinaan kepada mereka (ASN) yang terindikasi positif selama masa rehab, mereka juga tetap aktif bekerja,” bebernya.
Kemudian, terkait teknis pelaksanaan rehabilitasi, Pemda Parimo akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Poso,
“Apakah skema rehabilitasi berupa rawat jalan di Parigi atau dirujuk langsung ke Poso, tergantung kesepakatan dari mereka (ASN),” bebernya.
Sementara itu, Kepala BNN Poso, AKBP Pradiptya Mahayana merinci 31 orang dinyatakan positif zat Metamfetamin
Ia menegaskan, bahwa tidak semuanya terdeteksi menggunakan narkotika terlarang.
Dari total 31 orang yang terdeteksi, 12 orang di antaranya dinyatakan positif methamphetamine, sementara 7 orang lainnya terindikasi mengonsumsi kombinasi methamphetamine dan amphetamine.
Temuan serupa juga didapat pada 3 siswa SMA laki-laki yang seluruhnya positif zat gabungan tersebut.
Selain itu, kata ia, terdapat 9 orang terdeteksi mengonsumsi benzodiazepine atau obat penenang, yang dipastikan semuanya dalam pengawasan medis.
Selain ASN dan siswa, BNN Poso juga mengonfirmasi adanya pemeriksaan terhadap anggota DPRD. Dari hasil tes urine, terdapat satu anggota dewan yang positif Benzo karena pengobatan medis.
“Kalau untuk anggota DPRD, ada beberapa yang diperiksa dan ada satu positif zat benzo. Beliau bisa menunjukkan resep dokter sehingga memang menderita suatu penyakit,” pungkasnya.











