PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong (Parimo), membeberkan sejumlah temuan di Rumah Sakit Anuntaloko Parigi saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).
Adapun sejumlah temuan yang didapati oleh pansus berkaitan dengan pelayanan dasar yang mengalami kerusakan, seperti kamar mandi pasein, AC, hingga bangunan yang diduga tidak sesuai perencanaan.
Hal itu diungkapkan Ketua Pansus LKPJ, Mustakim Kono, saat ditemui sejumlah awak media di RSUD Anuntaloko Parigi, Senin 20 April 2026.
Mustakim menjelaskan, temuan tersebut didasari atas informasi masyarakat yang mengeluhkan sejumlah fasilitas di rumah sakit mengalami kerusakan, salah satunya kamar mandi ruang nifas.
Ia menilai, dengan adanya keluhan itu, menjadi suatu tolak ukur terhadap tingkat kepuasan pasien atau masyarakat terkait manajemen rumah sakit.
“Masa iya, beberapa ruangan yang belum lama dikerjakan oleh pihak rekanan, tapi kamar mandinya sudah rusak, sampai airnya merembes ke ruangan,” ujarnya.
Menurut Mustakim, harusnya pekerjaan fasilitas dasar layanan kesehatan dikerjakan secara teliti dan bertanggungjawab, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
“Kalau pekerjaannya adalah kamar mandi, harusnya jaringan pembuangan juga ikut dibenahi, jadinya dilakukan perbaikan kembali oleh pihak rumah sakit,” tuturnya.
Ia juga menegaskan, apabila pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Anuntaloko ditata dengan baik sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), bisa menjadi penilaian tersendiri bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Plt Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan menambahkan, pihaknya telah melakukan identifikasi beberapa fasilitas yang rusak.
“Saya sudah memerintahkan bidang keperawatan untuk mengidentifikasi sejumlah masalah berkaitan dengan fasilitas pelayanan agar dilakukan perbaikan secara bertahap,” bebernya.
Ia juga menyebutkan, perbaikan fasilitas layanan kesehatan harus sesuai skala prioritas dan berdasarkan kebutuhan anggaran, mengingat fasilitas layanan kesehatan bukan hanya kamar mandi. Tetapi terdapat masalah layanan kesehatan lainnya yang membutuhkan dukungan anggaran.
Ia berharap, semua manajemen rumah sakit maupun masyarakat dapat menanamkan rasa memiliki, dengan mengutamakan kebersihan baik didalam ruangan maupun diluar ruangan rumah sakit,” pungkasnya.












