Tekan Angka ATS, Disdikbud Parimo Segera Bentuk Tim Satgas

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Parigi Moutong, Sunarti, Sumber foto: Istimewa

PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online- Untuk menekan angka Anak Putus Sekolah (ATS) Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan (Disdikbud)  Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) secepatnya membentuk tim Satuan Gugus Tugas (Satgas).

Hal itu diungkapkan, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Parimo, Sunarti, saat ditemui media ini, Jumat 18 September 2026.

Sunarti menjelaskan, berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) angka ATS di Parimo sekitar 13 ribu lebih.

Menurutnya, tingginya angka tersebut juga menjadi Perhatian serius Bupati Parimo. Sehingga, pihaknya diperintahkan untuk secepatnya membentuk Satgas penanggulangan ATS.

Ia menekankan, pembentukan tim Satgas itu, nantinya akan melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kemudian lanjut ia, kategori ATS ini cukup beragam, misalnya anak yang telah memasuki usia sekolah tetapi tidak dapat mengenyam pendidikan, serta anak yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan namun tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Contohnya, anak yang sudah tamat dari sekolah dasar (SD), tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP, atau anak yang masih duduk di bangku SD tetapi sudah berhenti sekolah. Bahkan, ada anak yang sama sekali tidak bersekolah,” bebernya.

Sunarti menegaskan, potensi ATS di Parimo setiap tahunnya pasti mengalami peningkatan, apabila tidak diimbangi dengan upaya penanggulangan yang berkelanjutan.

Namun, kata ia, berdasarkan data terpadu dari Dinas Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Parimo, anak yang masih aktif duduk di bangku SD maupun SMP tercatat tidak bersekolah.

“Kalau berdasarkan data dari Dukcapil sebagian besar anak yang tercatat sebagai ATS telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu, Kondisi ini berbeda dengan data yang tercatat pada Pusdatin,” bebernya.

Sunarti menuturkan, sebagian besar penyumbang angka ATS, diduga berasal dari data ganda penerimaan peserta didik jenjang SD maupun SMP.

Ia juga menambahkan, nantinya data dari Dukcapil dan Pusdatin akan menjadi rujukan tim Satgas, untuk melakukan verifikasi dan validasi angka ATS di setiap sekolah yang di wilayah Parigi Moutong,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses