PARIGI MOUTONG,seruanrakyat.online – Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP), Pemkab Parigi Moutong resmi membuka Kegiatan Forum Kemitraan Hilirisasi Kelapa Dalam Tahun 2026.
Hilirisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman para pelaku usaha dan kelompok tani, dalam membangun kemitraan bisnis yang solid, sekaligus membuka akses permodalan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Plt Kepala Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna, menegaskan bahwa program hilirisasi ini berorientasi pada peningkatan pendapatan petani dan sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Setelah swasembada pangan tercapai, fokus kita berlanjut ke hilirisasi perkebunan. Ini sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden dan target Menteri Pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, parigi Moutong memiliki dua komoditas strategis nasional di sektor perkebunan, kakao dan kelapa dalam.
Selain itu, kata ia, berdasarkan data statistik, Parimo memiliki potensi lahan kelapa dalam seluas 29.399 hektare. Namun, terdapat sekitar 1.567 hektare tanaman yang rusak atau tidak produktif.
Lanjut ia, untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertanian mengalokasikan program bantuan peremajaan kelapa seluas 500 hektare pada tahun 2026.
“Tahap satu 300 hektare Telah disalurkan di Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Utara, Parigi Barat, Tomini, dan Bolano Lambunu, kemudian tahap satu 200 hektare dalam proses verifikasi serta pengujian bibit, dan ditargetkan rampung disalurkan pada September 2026.
Dadan mengimbau, para ketua kelompok tani, penyuluh, dan UPTD untuk aktif mengidentifikasi serta melaporkan data riil tanaman rusak di lapangan agar program peremajaan tepat sasaran.
Ia juga menegaskan, selain peremajaan, Pemda Parimo saat ini tealah memacu strategi integrasi tanaman tumpang sisip. Sehingga, petani dapat mengoptimalkan lahan di antara tegakan kelapa dengan tanaman lain seperti kakao, jagung, maupun kedelai untuk memberikan nilai tambah.
Forum kemitraan ini menghadirkan sinergi lintas sektor guna memastikan ekosistem pertanian berjalan berkesinambungan.
Melalui penerapan sistem pertanian modern (Advancing Agricultural System), Parigi Moutong menargetkan peningkatan produktivitas kelapa dari rata-rata 1,3 ton per hektare menjadi dua kali lipat hingga mencapai 3 hingga 4 ton per hektare.
“Semua upaya ini mulai dari peremajaan bibit, kemitraan perbankan, hingga stabilitas harga oleh off-taker ujung-ujungnya adalah untuk kesejahteraan petani. Ini sejalan dengan visi Bupati Parigi Moutong yaitu ‘Sejahtera Bersama,” pungkasnya











