PARIGI MOUTONG,seruanrakyat.online- Menyerap aspirasi warga Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat, Anggota DPRD Parigi Moutong sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Faisan Lelo Badja, mendorong pemerintah desa setempat untuk segera melakukan pembangunan Koperasi Desa Merata Putih (KDMP).
KDMP dinilai sebagai penopang ekonomi warga yang sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam menyalurkan program subsidi dan bahan pokok terjangkau.
Selain mendorong, ia berjanji akan terus mengawal Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah provinsi Sulawesi Tengah untuk masyarakat Parigimpu’u
Hal itu ia ungkapkan saat menggelar reses masa persidangan III tahun 2026 di lokasi wisata air Vatumatando Desa Parigimpu’u, Sabtu 8 Agustus, 2026.
Faisan menjelaskan, semua aspirasi yang disampaikan masyatakat, akan diperjuangkan sesuai mekanisme yang ada.
Ia menegaskan, setiap kegiatan reses penting dihadiri masyarakat, guna menyampaikan aspirasi, keluhan, dan usulan program secara langsung kepada wakil rakyat dari daerah pemilihan.
“Tanpa usulan dari masyarakat, program yang melekat di desa sangat sulit untuk direalisasi,” bebernya
Sehingga, kata ia , pentingnya peran pemerintah desa dalam mendampingi masyarakat, untuk mengusulkan berbagai kebutuhan pembangunan.
Menurutnya, setiap usulan harus dimulai dari bawah berdasarkan hasil musrenbang. Sehingga, dirinya dapat memastikan bantuan yang nantinya disalurkan tepat sasaran dan didukung oleh kelengkapan proposal yang jelas.
“Tugas kami adalah mengawal aspirasi yang sudah disuarakan bisa masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), DPRD mempunyai hak itu berdasarkan Undang-Undang,” jelasnya.
Selain itu, Faisan turut memaparkan sejumlah laporan kinerja dan program bantuan pembangunan yang sedang dikawalnya untuk masyarakat Desa Parigimpu’u.
Ia meminta, Kepala Desa setempat untuk segera mengusulkan sekitar 50 unit rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Program ini diperuntukkan bagi warga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4, dengan melengkapi dokumen hak atas tanah seperti sertifikat atau Surat Penyerahan (SP) serta menyatakan kesiapan swadaya.
Sementara, kata ia, di sektor pendidikan, tersedia kuota bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 50 siswa Sekolah Dasar (SD) Parigimpu’u.
Ia mengimbau agar pengurusan administrasi melalui pihak sekolah dapat segera diselesaikan sebelum batas waktu tanggal 12 mendatang.
Kemudian di bidang infrastruktur dan pariwisata, Faisan mendorong Pemdes Parigimpu’u untuk mengajukan kembali proposal pembangunan jembatan gantung yang sempat tertunda agar dapat dianggarkan secara tuntas,” pungkasnya.











