PARIGI MOUTONG, seruanrakyat.online– Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong, melakukan peninjauan dan penilaian langsung di Objek Wisata Vatumatando, Desa Parigimpuu, Kecamatan Parigi Barat, Sabtu 8 Agustus 2026.
Kepala Disporapar Parigi Moutong, Enang Pandake mengatakan, penilaian tersebut merupakan bagian dari penetapan sembilan destinasi desa wisata unggulan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2026.
Ia menjelaskan, Objek Wisata Vatumatando resmi masuk dalam jajaran destinasi yang dinilai setelah dilakukan penyesuaian Surat Keputusan (SK) Bupati.
”Sesuai keputusan Pak Bupati, ada sembilan destinasi desa wisata yang ditetapkan pada 2026. Vatumatando di Parigi Barat ini masuk menggantikan lokasi di Parigi Utara yang fasilitas wisatanya rusak akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kemarin,” ujarnya.
Peninjauan di Vatumatando sekaligus menutup rangkaian evaluasi lapangan yang telah berlangsung selama tiga hari di berbagai titik destinasi wisata se-Kabupaten Parigi Moutong.
Ia mengungkapkan, peninjauan tersebut telah memasuki hari ketiga. Pada hari sebelumnya, tim melakukan peninjauan ke Sausu serta ke wilayah utara mulai dari Avulua hingga Tinombo.
“Peninjauan hari ini menjadi rangkaian terakhir untuk menentukan destinasi wisata terbaik yang hasilnya akan diumumkan pada 17 Agustus mendatang,” tuturnya.
Kata ia, dari total sembilan destinasi yang ditetapkan tahun ini, penilaian dibagi ke dalam beberapa kategori, seperti wisata alam, wisata bahari, hingga wisata sejarah dan budaya.
”Kalau untuk wisata alam ada tiga lokasi yang kami tinjau, pertama Baturiti, Uevolo, dan Vatumatando. Sementara, untuk wisata laut dan budaya mencakup Glamping di Sausu, Pantai Arjuna di Torue, Marantale, Khatulistiwa, hingga Puncak Tinombo dan Rumah Raja. Semua lokasi tersebut sudah kami kunjungi,” tambahnya.
Menurutnya, penilaian tersebut bertujuan untuk mendorong perhatian pemerintah dalam pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di sembilan destinasi yang telah ditetapkan pada tahun 2026, sehingga berbagai bantuan pengembangan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
Ia memaparkan bahwa terdapat 10 indikator penilaian, meliputi kelembagaan yang dibuktikan dengan SK Pokdarwis dan SK Kepala Desa, pengelolaan, atraksi, lingkungan, serta ekonomi dan peran masyarakat.
Selain itu, penilaian juga mencakup amenitas atau fasilitas pendukung, aksesibilitas terkait kondisi jalan dan transportasi, ketersediaan homestay, kemitraan, hingga promosi digital melalui media sosial seperti Facebook atau YouTube, di mana setiap destinasi minimal harus mengantongi nilai pada masing-masing indikator tersebut.
Di akhir peninjauan, Kepala Disporapar mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif warga lokal di Objek Wisata Vatumatando.
“Kami berharap melalui penilaian dan pembinaan ini, destinasi wisata di Parigi Moutong khususnya Vatumatando dapat terus berkembang secara mandiri, memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga lokal, serta makin dikenal luas hingga ke luar daerah,” pungkasnya.











